"Sekitar 780.000 tahun yang lalu sebuah asteroid yang besar menabrak bumi di Laut Cina Selatan (kemungkinan di Teluk Tonkin). Asteroid ini bergerak dari barat laut ke tenggara dan menabrak bumi dengan sudut tabrakan yang kecil", demikian tersebut di https://id.m.wikipedia.org/wiki/Batu_Satam.
Tabrakan tersebut meninggalkan serpihan batu meteor yang saat ini lebih terkenal dengan batu satam yang banyak ditemukan di bangka belitung.
Benarkah sisa gesekan asteroid yg menghasilkan serpihan meteor tersebut hanya jatuh di bangka belitung ?
Tentu saja anggapan itu harus coba kami luruskan kembali dengan fakta yang ada saat ini.
Jika dilihat dari letak geografis kepulauan yang berada persis dibawah langit Laut Cina Selatan adalah kepulauan Natuna yang berada di Provinsi Kepulauan Riau dan terletak persis ditengah lautan Laut Cina Selatan. Inilah sebab mengapa ditemukan keberadaan batu meteor tersebut di Pulau Natuna, bahkan kami meyakini cadangan batu meteor/satam di Pulau Natuna ini jauh lebih banyak dari batu satam yang ada di bangka belitung yang saat ini mulai langka. Sebelumnya, batu meteor/satam ditemukan dan dicari oleh masyarakat Pulau Natuna di permukaan tanah, namun sejak pertengahan tahun 2015 ini batu satam asli dari Pulau Natuna mulai dicari dengan cara digali menggunakan peralatan secukupnya seperti cangkul dan pacul.
Dari rupa dan warnanya terdapat sedikit perbedaan antara batu meteor permukaan dan yang digali, dimana batu yang ditemukan di permukaan berwarna lebih kusam keputihan dan agak kotor jika dibandingkan dengan batu yang digali yang memiliki warna hitam bersih dan mengkilap, namun demikian jangan salah menilainya, warna kusam dan kotor keputihan tersebut hanya dibagian luarnya saja karena jika dibersihkan cairan tertentu atau digosok dengan peralatan gosok/asah/poles didalamnya tetap ditemukan batu nan berwarna hitam bersih dan mengkilap sempurna.
Demikianlah kiranya posting kami kali ini tentang keberadaan batu satam di Pulau Natuna yang terletak di Tapal Batas Utara NKRI, semoga posting ini bermanfaat untuk membuka fakta keberadaan Batu Meteor/Satam di Pulau Natuna.
Salam..!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar